KAZENAKAZENA
Semua tulisan

Kolom yang bisa diketik adalah sebuah izin

3 September 2026 · Taro — Pendiri KAZENA

Tolong hilangkan kolom PPN dari layar faktur. Permintaan itu masuk pada 11 Agustus. Satu kalimat pendek, tanpa alasan. Saya tulis kesimpulannya lebih dulu: kami tidak menghilangkan kolom itu. Kami membuatnya tidak bisa diisi dengan tangan. Kolom PPN memang lenyap dari layar pengguna tersebut, tetapi yang kami perbaiki bukan tempat yang ditunjuknya.

Latar belakangnya begini. Di Indonesia, yang boleh menambahkan PPN pada faktur hanyalah pengusaha yang sudah dikukuhkan sebagai PKP. Pengukuhan menjadi wajib begitu peredaran usaha setahun melewati 4,8 miliar rupiah, dan bersifat pilihan di bawah itu. Kalau usaha yang belum dikukuhkan menuliskan PPN pada faktur lalu memungutnya, uang itu bukan uang yang boleh ia pegang. Jadi bagi banyak pengguna kami, itu bukan kolom yang kebetulan tidak dipakai, melainkan kolom yang tidak boleh dipakai.

Layar kami tidak mengatakan hal itu. Pada layar pengisian faktur, kolom PPN selalu muncul di bawah nilainya, dan siapa pun bisa mengetikkan angka ke dalamnya. Itulah akibat memindahkan rupa faktur kertas begitu saja ke layar. Di atas kertas, kolom yang tidak diperlukan cukup dikosongkan. Kertas tidak membedakan kolom yang boleh dikosongkan dari kolom yang tidak boleh diisi. Layar kami pun tidak.

Saya menghitung. Ada 612 pembukuan yang aktif. Dari jumlah itu, 449 disetel sebagai bukan PKP. Dari 449 itu, ada 37 yang pernah menerbitkan sedikitnya 1 faktur dengan angka di kolom PPN. Kalau dihitung per lembar, jumlahnya 214 faktur.

Isinya ternyata berbeda dari dugaan saya. Pada 9 dari 37 pembukuan itu, angka di kolom tersebut bukan PPN, melainkan pajak yang dipotong: 2% PPh 23. Pajak yang seharusnya dikurangkan ditulis di kolom pajak yang ditambahkan. Total fakturnya keluar 2% lebih tinggi daripada seharusnya. Dan pemotongan yang seharusnya tercatat tidak tercatat di mana pun. Ada 2 kesalahan sekaligus pada 1 lembar faktur.

Saya memikirkan mengapa keduanya tertukar. Keduanya pajak, dan keduanya angka yang berjajar di bagian bawah faktur. Yang berbeda hanya arahnya. PPN ditambahkan pada jumlah yang dibayar lawan transaksi. Pajak yang dipotong dikurangkan dari jumlah yang kita terima. Saya menceritakan ini kepada V, akuntan di Jakarta yang sudah menguji KAZENA Books dengan data asli kantornya lebih dari 20 kali. Katanya, arah keduanya berlawanan, tetapi di layar keduanya berdiri dengan wajah yang sama. Ia juga bilang, orang yang sudah terbiasa membedakan keduanya bukan dengan melihat layar, melainkan dengan pengetahuannya sendiri. Artinya layar kami memang tidak dibuat untuk bisa diandalkan dalam hal itu.

Ada 2 alasan kami tidak sekadar menghapus kolomnya. Pertama, sisi pembelian memerlukannya. Usaha yang belum dikukuhkan pun menerima faktur dari pemasok yang sudah bermuatan PPN. Pajak itu tidak bisa dikreditkan, tetapi jumlah yang dibayar tetap harus dicatat. Kedua, status PKP bisa berubah. Begitu peredaran usaha melewati batas, sebuah usaha akan dikukuhkan, jadi ada usaha yang tahun lalu bukan PKP dan tahun ini PKP. Yang perlu kami tuliskan bukan hapus atau tampilkan, melainkan apa yang menentukannya.

Inilah yang kami ubah. Di pengaturan perusahaan kini ada 1 item: apakah usaha ini dikukuhkan sebagai PKP. Kalau tidak, baris PPN sama sekali tidak muncul pada faktur penjualan. Bukan dibuat abu-abu, melainkan tidak ada. Kolom yang terlihat tetapi tidak bisa diisi memaksa pemakainya menebak sendiri alasannya. Kalau usaha itu dikukuhkan, nilai PPN dihitung dari rincian dan tarifnya, lalu ditampilkan. Nilai itu tidak bisa ditimpa dengan tangan. Sekarang angkanya diputuskan di 1 tempat.

Pajak yang dipotong pun kami beri tempat sendiri di layar yang sama. Kini ada baris pemotongan di bawah faktur, ditandai supaya terbaca sebagai angka yang diambil. Urutan totalnya kami kunci: subtotal, PPN, pemotongan, jumlah yang diterima. Kami ingin urutannya sendiri yang memberi tahu mana yang ditambah dan mana yang dikurangi. Namanya juga kami perbaiki. Dulu di sana hanya tertulis jumlah pajak. Kolom yang tidak menyebut pajak apa akan membuat tiap pembacanya membayangkan pajak yang berbeda.

Kami tidak menulis ulang 214 faktur itu. Sejak lama kami memutuskan untuk tidak memperbaiki angka pada pembukuan orang lain menurut penilaian kami sendiri. Sebagai gantinya, 37 pembukuan yang terdampak menerima pemberitahuan sekali saja yang memuat daftar faktur bersangkutan, dengan permintaan agar isinya diperiksa bersama tenaga profesional mereka. Untuk 9 pembukuan yang tercampur pemotongan, kami menulis satu per satu. Perlu atau tidaknya pembetulan bukan kami yang menentukan.

Pelajaran rancangannya tidak rumit. Kolom yang bisa diketik adalah tanda bahwa angka itu boleh kita tentukan sendiri. Kami menganggap soal menampilkan kolom atau tidak sebagai urusan tampilan, dan menganggap benar-tidaknya isi sebagai urusan orang yang mengetik. Padahal, begitu kami menampilkan sebuah kolom, kami sedang berkata: Anda boleh menulis di sini. Dan bahan untuk menilai boleh atau tidaknya justru ada di pengaturan, di sisi kami, sejak awal.

Perlu saya sebutkan: saya bukan konsultan pajak. Tarif berubah, batasan berubah, dan perlu atau tidaknya pengukuhan PKP bergantung pada jenis usaha dan pada siapa lawan transaksinya. Yang tertulis di sini adalah catatan kami memperbaiki layar kami sendiri. Untuk keputusan yang sesungguhnya, mohon dipastikan kepada tenaga profesional.

Ada satu permintaan. Kalau Anda menemukan tempat di KAZENA yang nama kolomnya berbeda dari angka yang sebenarnya Anda isikan ke sana, tolong beri tahu kami. Kolom yang tetap bisa dipakai asal namanya kita ganti sendiri di dalam kepala akan tampak baik-baik saja dari sisi kami. Yang memulai semua ini adalah 1 kalimat tanpa alasan. Meski alasannya belum jelas bagi Anda, kirim saja lebih dulu — menghitungnya adalah tugas kami.

Ceritakan pendapat Anda

Kesan setelah memakai aplikasi KAZENA, hal yang perlu diperbaiki, fitur yang Anda harapkan — kalau Anda pemilik usaha kecil-menengah atau pekerja lepas di Indonesia atau Filipina, suara Anda-lah yang paling ingin kami dengar. Pesan dalam bahasa Indonesia atau Inggris akan dijawab oleh rekan kami yang benar-benar memahami pasar lokal. KAZENA Books sudah dipastikan hadir di Filipina dan Indonesia — dan jika perusahaan Anda ingin menghadirkannya di negara-negara lain sebagai mitra kerja sama, atau tertarik membeli sistemnya, kami dengan senang hati menunggu kabar Anda. Kami juga menerima pengembangan sistem baru. Tim kami kecil, jadi tidak selalu bisa langsung mulai — tetapi yang kami bangun membawa kualitas buatan Jepang dan tetap dekat dengan cara bisnis berjalan di sini, satu proyek demi satu.

Hubungi saya

Tulisan lainnya